Kembali Bersiap Menghadapi Teror Bom,...
by HIMNAS PKN on Nov.22, 2009, under
Jakarta - Teror bom buku yang muncul dua hari lalu tentu saja mengagetkan kita semua. Dalam setahun belakangan ini kita nyaris lupa, dan bahkan mungkin mulai percaya negara ini aman dari bom.
Bagaimana kita tidak optimistis negeri ini sudah aman dari teroris? Gembong teroris mulai Dr Azahari, Imam Samudera, Amrozi dan Mukhlas telah mati. Demikian juga Nordin M Top tewas ditembak pada 2009. Pun Dulmatin, buron teroris yang dihargai Amerika Serikat (AS) Rp 93 miliar mati dalam penggerebekan pada 9 Maret 2010.
Bagaimana kita tidak optimistis negeri ini sudah aman dari teroris? Gembong teroris mulai Dr Azahari, Imam Samudera, Amrozi dan Mukhlas telah mati. Demikian juga Nordin M Top tewas ditembak pada 2009. Pun Dulmatin, buron teroris yang dihargai Amerika Serikat (AS) Rp 93 miliar mati dalam penggerebekan pada 9 Maret 2010.
Sengketa RI-Indonesia
by HIMNAS PKN on Nov.22, 2009, under

Jakarta - Penangkapan 3 orang petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia oleh polisi air Diraja Malaysia -- yang kemudian 'dibarter' dengan 7 nelayan Malaysia -- disesalkan banyak pihak. Kasus ini kian menegaskan jika Indonesia tidak punya nilai tawar dalam hal diplomasi.
"Kita memiliki daya tawar yang lemah," ujar pengamat hukum internasional Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, Dr Djawahir Tantowi.
UU Intilejen
by HIMNAS PKN on Nov.22, 2009, under
Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Keberadaan RUU Intelijen yang masih digodok oleh DPR sangat diperlukan. Kehadiran UU ini akan membuat aparat intelijen memiliki aturan yang jelas dalam menjalankan pekerjaannya.
"Kita sangat perlu UU Intelijen, untuk memberikan hak kepada intelijen kita," ujar anggota Komisi I M Najib dalam diskusi di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Slipi, Jakarta, Kamis (12/8/2010).
Najib mengakui, publik terlanjur trauma mendengar kata intelijen. Najib pun berharap agar masalah psikologis warga harus lebih dulu dibenahi sebelum mengesahkan kehadiran UU Intelijen.
"Sebagaimana bagusnya UU Intelijen, akan sulit jika masalah psikologis tidak bisa diselesaikan," papar Najib.
©2010 Koordinator Kominfo Himnas PKn. Diberdayakan oleh Blogger.